Pemanfaatan Lingkungan Untuk Pembelajaran Matematika

Kegiatan PMC dimaksudkan untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa dalam bidang alat peraga Matematika. Matematika memiliki banyak sekali alat peraga yang dapat digunakan untuk mempermudah pembelajaran.
Di dalam Laboratorium Matematika terdapat berbagai alat peraga dan permainan, diantaranya alat peraga luas bidang datar sampai bangun ruang, kerangka bangun ruang seperti kubus, balok, limas, dan lain-lain, dan terdapat berbagai permainan yang berhubungan dengan penggunaan konsep Matematika seperti kartu ajaib, puzzle, kentongan ajaib, dan lain-lain.
Untuk mengisi kegiatan PMC pada tanggal 3 November 2010, PMC mengambil tema “Pemanfaatan Lingkungan untuk Mempermudah Belajar Matematika”. Dalam kegiatan ini, Pak Hery Sutarto, selaku dosen pendamping kegiatan PMC memaparkan bahwa lingkungan dapat dimanfaatkan untuk mempermudah dalam pembelajaran Matematika. Pak Hery mengajarkan bagaimana memanfaatkan limbah atau barang bekas yang tidak berguna menjadi alat sederhana yang dapat dijadikan alat bantu untuk belajar Matematika.
Dalam kegiatan ini salah satu contoh yang dipaparkan Pak Hery adalah pemanfaatan tali bekas. Tali bekas tersebut dapat digunakan untuk belajar phytagoras. Selain itu ada juga pemanfaatan gelas plastik air mineral untuk menghitung volume, kertas bekas untuk belajar segitiga, dan lain-lain.
Yang terpenting dalam pembuatan alat peraga Matematika adalah mudah dan dapat menarik perhatian siswa sehingga siswa tertarik dan berminat belajar Matematika. Banyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh mengikuti kegiatan PMC. So, JOIN WITH US!

Iklan

Kunjungan MSC

Kegiatan ekstra kurikuler PMC rutin diadakan setiap hari Rabu pukul 15.30 di Gedung D10 Laboratorium Matematika Universitas Negeri Semarang. Pada tanggal 20 Oktober 2010 salah satu underbow di jurusan Matematika Universitas Negeri Semarang, yaitu MSC (Mathematic Study Club) mengadakan kunjungan ke laboratorium Matematika.
Di laboratorium Matematika peserta MSC disambut hangat oleh peserta kegiatan PMC. Dalam kegiatan kunjungan MSC ini PMC membongkar rahasia pemakaian dan pembuatan Kartu Ajaib. Banyak sekali orang yang penasaran dengan pemakaian Kartu Ajaib ini, karena Kartu Ajaib milik PMC ini dapat digunakan untuk menebak tanggal lahir. Sehingga pada waktu ada kesempatan kunjungan MSC ini, PMC menjelaskan bagaimana pemakaian dan pembuatan Kartu Ajaib. Dalam pembuatan Kartu Ajaib ini menggunakan konsep bilangan biner yang hanya terdiri dari dua bilangan, yaitu 0 dan 1. Peserta MSC sangat antusias mengikuti acara ini.
MSC sering mengadakan kunjungan ke Laboratorium Matematika. Kunjungan sebelumya PMC menjelaskan mengenai salah satu alat peraga di Laboratorium Matematika, yaitu Kapak Tomahawk. Kapak Tomahawk adalah alat peraga Matematika yang digunakan untuk membagi sudut menjadi 3 bagian.
Kunjungan MSC ke laboratorium Matematika bertujuan untuk mengenalkan isi laboratorium Matematika kepada para peserta MSC. PMC berharap agar kunjungan MSC ini dapat bermanfaat bagi banyak pihak.

Serba-serbi “ Final of Mathematics Competition in UNNES “

Mentari pagi di hari itu ( 10/10 ) tidak malu-malu untuk menampakkan dirinya, hingga hangatnya pagi pun terasa sampai ke seluruh finalis Mathematics Competition for Elementary School ( MCES ), Mathematics Competition for Junior High School ( MCJHS ), Mathematics Competition for Senior High School ( MCSHS ) dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan sekitarnya yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Matematika ( Himatika ) FMIPA Universitas Negeri Semarang. Olimpiade ini merupakan salah satu rangkain event dalam Forum Ilmiah Matematika ( FIM ) 2010, dimana di tahun 2010 peserta olimpiade mencapai 1000 peserta. Dan setelah melalui seleksi yang ketat yang dipusatkan di tujuh wilayah, akhirnya sampailah di babak 50 besar s.d final yang bertempat di Gd. D2 kampus FMIPA UNNES hari minggu, 10 Oktober 2010.

Seperti mentari yang tidak malu-malu untuk memancarkan sinarnya, para peserta pun tidak kalah beraninya untuk berkompetensi di hari itu. Walaupun terlihat sedikit perasaan tegang tetapi semangat mereka tinggi dengan didampingi Bapak Ibu Guru pendamping dan sebagian keluarga peserta, mereka siap untuk menjadi juara. Kami dari PMC ( Project Math Club ) UNNES juga tidak kalah semangat untuk ikut andil dalam event tersebut. Dengan menghadirkan berbagai alat peraga matematika yang menarik perhatian para pengunjung baik dari peserta olimpiade maupun para Bapak Ibu pendamping yang ingin mencoba langsung berbagai macam permainan. Mulai dari permainan yang mengasah otak , menuntut kita untuk jeli dalam berfikir, sampai kekreatifan kita dalam menyelesaikan dan menemukan solusi. Tapi pada dasarnya bermacam-macam permainan tersebut dibuat salah satunya adalah mengubah anggapan kalau matematika itu sulit dan membosankan. Ternyata dengan dasar matematika bisa dibuat berbagai macam permainan yang menarik dan menyenangkan. Menyenangkan karena membuat kita jadi penasaran “Bagaimana bisa seperti ini?“. Seperti itulah yang menjadi pertanyaan oleh beberapa pengunjung. Nah salah satunya dengan ilmu matematika kita dapat menerangkan dan menjelaskannya dengan pasti. Contohnya pada kartu ajaib yang menerapkan konsep pada bilangan biner. Sehingga dianggap bisa menebak tanggal lahir seseorang. Ada juga bongkar pasang kayu, brain games yang banyak peminatnya dengan konsep kekongruenan benda. Menara Hanoi, yang menunjukkan rumus 2n-1 walaupun dengan urutan langkah yang berbeda untuk memindahkan menara dari satu tempat ke tempat lain tetap jumlah langkahnya sama. Selain itu ada beberapa alat peraga yang dibuat untuk memudahkan pemahaman konsep dalam matematika. Seperti kereta bilangan untuk menghitung FPB dan KPK, susunan limas setengah bola untuk menghitung pendekatan volume bola, dan masih banyak lagi lainnya. Antusiasme pengunjung sudah terlihat sejak pagi, kebanyakan bapak ibu guru dan keluarga peserta yang sembari menunggu jagoan-jagoan mereka menakhlukkan soal-soal olimpiade. Dalam olimpiade tersebut terbagi menjadi babak 50 besar, babak semifinal, dan babak final yang terdiri dari kuis dan kontes. Hingga pelaksanaanmya dimulai sejak pukul 08.00 wib sampai dengan pukul 14.00. Ketika waktu istirahat tiba, stan PMC menjadi tambah ramai oleh para peserta yang sejenak ingin melepas kepenatan selama di ruang kelas. Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang muncul yang menanyakan “ alat ini untuk apa kak?”, “ kenapa ini hasilnya begini kak ?” dan lain-lain. Tapi itu semua malah membuat kami menjadi tambah semangat untuk menanggapi berbagai macam pertanyaan dari adek-adek yang cerdas ini. Hingga mereka kembali masuk ke kelas untuk mengikuti babak selanjutnya.