WORKSHOP PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) MATEMATIKA

16 Februari 2011

Saat ini program Pendidikan Profesi Guru (PPG) menjadi  topik yang masih hangat dibicarakan oleh masyarakat terutama yang berkecimpung  di dunia kependidikan.  Pengertian program PPG itu sendiri adalah program pendidikan untuk mempersiapkan lulusan S-1 kependidikan dan S-1/ D-IV non-kependidikan agar menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar nasional pendidikan (Permendiknas No. 8 Tahun 2009 tentang PPG). Salah satu persiapan dalam pelaksanaan program ini adalah diadakannya workshop bagi para guru calon pendamping mahasiswa PPG ketika PPL nantinya.

Workshop tersebut dilaksanakan di gedung D-10 R.289 mulai pukul 09.00 dan dihadiri oleh para guru calon pendamping mahasiswa PPG serta para dosen jurusan matematika UNNES. Pada saat istirahat para guru peserta workshop mengunjungi ruang D 178 (show room). Pada kunjungan tersebut Project Math Club (PMC) menunjukkan  alat-alat peraga yang dimiliki oleh jurusan matematika. Selain alat peraga, juga ditampilkan hasil-hasil karya mahasiswa matematika pada mata kuliah Workshop berupa CD pembelajaran, kumpulan poster, dan alat-alat peraga matematika lainnya serta buku ajar karya dosen-dosen jurusan matematika yang akan digunakan sebagai panduan dalam pelaksanaan program PPG.

Kunjungan  yang dominasi oleh guru SMP dan SMA dari daerah Semarang  ini merupakan acara terakhir dari agenda workshop program PPG. PMC berharap program PPG dapat memotivasi mahasiswa untuk menciptakan inovasi-inovasi baru dalam pembuatan dan penggunaan alat peraga sehingga dapat meningkatkan pemahaman peserta didik dalam menerima materi pembelajaran.

Iklan

PMC at Semarang Education Expo Java Mall

Mulai dari tanggal 15-20 Februari 2011, diselenggarakan Semarang Education Expo di Java Mall, Semarang. Kegiatan itu diikuti oleh beberapa universitas seperti IAIN Semarang, Universitas Wahid Hasyim, Akbid Abdi Husada, dll. Selain itu, terdapat beberapa lembaga pendidikan yang turut berpatrisipasi dalam kegiatan tersebut, seperti IT-Smart, Mathemagics, Primagama English, dll.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempromosikan universitas maupun lembaga pendidikan agar lebih dikenal oleh para pelajar, mahasiswa atau masyarakat pada umumnya. Selain itu dalam kegiatan tersebut terdapat berbagai pertunjukan, di antaranya tarian tradisional oleh sekelompok anak, penampilan seorang anak kecil yang menggunakan bahasa mandarin, dan lain sebagainya.

Dalam hal ini, kampus kita Unnes juga tidak kalah turut serta dalam penyelenggaraan kegiatan Semarang Education Expo tersebut.

Dalam stan Unnes yang dijaga oleh beberapa Papika (putra-putri kamus) Unnes dan Duta Kerja Sama Unnes, terdapat berbagai macam serba-serbi tentang Unnes. Segala informasi tentang Unnes, mulai dari profil, jenjang pendidikan yang ada di Unnes, jalur masuk, dll, dapat diketahui di sana. Selain itu terdapat produk-produk buatan mahasiswa Unnes, seperti garam yodium buatan mahasiswa jurusan IKM (Ilmu Kesehatan Masyarakat), garam aroma therapy yang digunakan untuk SPA, alat-alat olah raga yang dibuat oleh mahasiswa jurusan olah raga, dll.

PMC (Project Math Club) juga turut ambil andil dalam stan Unnes dalam demo expo tersebut. Anggota PMC juga ditugaskan untuk menjaga stan Unnes secara bergantian. Dengan dibimbing oleh pembina kami, Pak Hery, PMC menampilkan produk-produk PMC dari laboratorium Matematika Unnes. PMC membawa beberapa alat peraga, di antaranya jembatan Agnesi, yaitu jembatan yang dibuat dengan menggunakan sebuah titik ujung dari lingkaran yang diputar, dan terbentuklah jembatan tersebut. Jembatan Agnesi merupakan model konstruksi jembatan yang terkuat yang digunakan sampai saat ini. Selain itu juga terdapat model balok yang digunakan untuk membuktikan bahwa volume limas = 1/3 volume balok (dengan alas dan tinggi yang sama). Di samping itu PMC membawa tali prasejarah, pita mobius, dan beberapa alat peraga lainnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat menarik para pengunjung terhadap universitas kita tercinta, juga dapat mempromosikan Unnes agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.