Kunjungan MSC (II)

Pada  Rabu(20/4) para pengurus dan anggota  MSC mengadakan kunjungan ke laboratorium matematika sebagai agenda tiap tahunnya. Pada kunjungan tersebut PMC berbagi ilmu tentang pola bilangan melalui dua permainan yaitu King of 22 dan Menara Hanoi.

King of 22 merupakan permainan yang menerapkan  konsep deret aritmatika. Permainan ini menggunakan media kartu bridge dan dapat dimainkan oleh dua pemain. Pertama-tama pilih terlebih dahulu kartu-kartu yang akan digunakan yaitu kartu As, 2, 3, dan 4 untuk tiap jenis kartu sehingga diperoleh 16 kartu. Kartu-kartu tersebut dibagikan sama banyak ke setiap pemain secara acak. Kemudian tiap pemain bebas mengeluarkan satu kartu secara bergiliran sesuai urutan. Seorang pemain dikatakan menang jika ia mengeuarkan sebuah kartu sehingga jumlah bilangan yang ditunjukkan kartu mencapai 22. Sebenarnya King of 22 ini dapat dikembangkan sendiri apabila sudah mengetahui pola bilangan yang terjadi.

Menara Hanoi merupakan permainan matematis atau teka-teki. Teka-teki ini terdiri dari tiga tiang dan sejumlah cakram dengan ukuran yang berbeda yang bisa dimasukkan ke tiang mana saja. Permainan dimulai dengan cakram-cakram yang tertumpuk rapi berurutan berdasarkan ukurannya dalam salah satu tiang, cakram terkecil diletakkan teratas, sehingga membentuk kerucut. Tujuan dari permainan matematis ini adalah memindahkan seluruh cakram dari satu tiang ke tiang yang lain dengan beberapa aturan, yaitu

  • Hanya satu cakram yang boleh dipindahkan dalam setiap kali perpindahan
  • Setiap perpindahan berupa pengambilan cakram teratas dari satu tiang dan memasukkannya ke tiang lain
  • Tidak boleh meletakkan cakram di atas cakram lain yang lebih kecil

Dalam permainan Menara Hanoi kita dituntut untuk mencari banyak perpindahan terkecil yang bisa dilakukan untuk memindahkan seluruh cakram dari tiang satu ke tiang lainnya sesuai aturan tadi. Pola bilangan yang terjadi dari banyak perpindahan tersebut merupakan suatu contoh barisan bilangan geometri.