Bedah Journal of Instructional Pedagogies

Pada hari Rabu(11/5) PMC telah mengadakan  kegiatan rutin dengan agenda mengkaji jurnal internasional yang berkaitan dengan matematika. Kegiatan ini diadakan dengan tujuan mengembangkan kemampuan mahasiswa matematika pada khususnya dalam memahami jurnal internasional sebagai salah satu sumber penting yang dapat digunakan pada saat menulis skripsi kelak. Sebagai kegiatan perdana, kegiatan bedah jurnal ini disajikan oleh Tety Dwi Setyaningsih ( P. Mat 2009) sedangkan jurnal yang disajikan diambil dari Journal of Instructional Pedagogies dan  berjudul  “Using Manipulatives to Teach Elementary Mathematics”  ( ditulis oleh Mathhew Boggan, Sallie Harper, Anna Whitmire).

Di dalam jurnal tersebut, disampaikan bagaimana sejarah perkembangan alat peraga dari papan hitung, abakus, hingga permainan matematika yang sering dijumpai saat ini kemudian dilanjutkan tentang  pengertian dari “manipulatif”, penggunaan alat peraga yang dapat membantu pengajaran matematika dasar, serta penelitian-penelitian tentang pengaruh dan manfaat  alat peraga dalam pengajaran matematika.

Dari semua kajian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga tidaklah selalu “baik” untuk diterapkan dalam pengajaran matematika. Agar mendapatkan hasil yang optimal, penggunaan alat peraga dalam pengajaran matematika harus memperhatikan tiga hal yaitu alat peraga yang digunakan ,waktu yang tersedia, dan juga subjek yang dihadapi. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk para pendidik dalam memahami penggunaan alat peraga yang tepat bagi para siswa agar alat peraga dapat membantu pengajaran, bukannya menjadi suatu hambatan dalam mengajar.

Iklan

Kunjungan MSC (II)

Pada  Rabu(20/4) para pengurus dan anggota  MSC mengadakan kunjungan ke laboratorium matematika sebagai agenda tiap tahunnya. Pada kunjungan tersebut PMC berbagi ilmu tentang pola bilangan melalui dua permainan yaitu King of 22 dan Menara Hanoi.

King of 22 merupakan permainan yang menerapkan  konsep deret aritmatika. Permainan ini menggunakan media kartu bridge dan dapat dimainkan oleh dua pemain. Pertama-tama pilih terlebih dahulu kartu-kartu yang akan digunakan yaitu kartu As, 2, 3, dan 4 untuk tiap jenis kartu sehingga diperoleh 16 kartu. Kartu-kartu tersebut dibagikan sama banyak ke setiap pemain secara acak. Kemudian tiap pemain bebas mengeluarkan satu kartu secara bergiliran sesuai urutan. Seorang pemain dikatakan menang jika ia mengeuarkan sebuah kartu sehingga jumlah bilangan yang ditunjukkan kartu mencapai 22. Sebenarnya King of 22 ini dapat dikembangkan sendiri apabila sudah mengetahui pola bilangan yang terjadi.

Menara Hanoi merupakan permainan matematis atau teka-teki. Teka-teki ini terdiri dari tiga tiang dan sejumlah cakram dengan ukuran yang berbeda yang bisa dimasukkan ke tiang mana saja. Permainan dimulai dengan cakram-cakram yang tertumpuk rapi berurutan berdasarkan ukurannya dalam salah satu tiang, cakram terkecil diletakkan teratas, sehingga membentuk kerucut. Tujuan dari permainan matematis ini adalah memindahkan seluruh cakram dari satu tiang ke tiang yang lain dengan beberapa aturan, yaitu

  • Hanya satu cakram yang boleh dipindahkan dalam setiap kali perpindahan
  • Setiap perpindahan berupa pengambilan cakram teratas dari satu tiang dan memasukkannya ke tiang lain
  • Tidak boleh meletakkan cakram di atas cakram lain yang lebih kecil

Dalam permainan Menara Hanoi kita dituntut untuk mencari banyak perpindahan terkecil yang bisa dilakukan untuk memindahkan seluruh cakram dari tiang satu ke tiang lainnya sesuai aturan tadi. Pola bilangan yang terjadi dari banyak perpindahan tersebut merupakan suatu contoh barisan bilangan geometri.

Kunjungan SD Sekaran 01 ke Laboratorium Matematika FMIPA UNNES

Pada hari Jum’at tepatnya pada tanggal 25 Februari 2011 Laboratorium matematika mendapat kunjungan dari SD Sekaran 01 yang terdiri dari siswa-siswa kelas VA dan VB. Kegiatan diawali dengan sambutan selamat datang dari Ibu Emi Puji Astuti selaku Ketua Laboratorium Matematika FMIPA UNNES kepada rombongan kunjungan pertama dari kelas VA yang berjumlah sekitar 50 siswa. Kunjungan dibagi menjadi 2 rombel yaitu rombel 1 kelas VA dan rombel 2 kelas VB.

Ibu Emi mulai menjelaskan tentang pengenalan kepada beberapa macam bangun datar dan bangun ruang. Penanaman konsep matematika memang harus dimulai sejak dini supaya ketika dewasa nanti kita tidak salah kaprah pemahaman tentang konsep dasar  matematika. Begitulah inti dari penjelasan beliau. Sebagai contoh ketika Ibu Emi memegang model segitiga dan model bidang segitiga. Awalnya para siswa menjawab bahwa kedua model itu sama-sama segitiga, padahal tidak. Yang satu tidak memiliki bidang dan yang satunya memiliki bidang. Beliau juga menunjukkan bahwa anak-anak SD dalam memahami matematika harus dibantu dengan benda kongkret yaitu alat peraga karena matematika itu ilmu abstrak sehingga para siswa tidak berangan-angan saja dalam membayangkan benda-benda geometri. Dan juga dalam membantu penghafalan-misal nama-nama bangun ruang-dapat dilakukan dengan melagukan nama-nama bangun ruang tersebut supaya anak-anak bisa merasakan bahwa matematika itu menyenangkan.

Setelah pengenalan dari Bu Emi, acara kunjungan dilanjutkan dengan pengenalan alat-alat peraga yang berada di Laboratorium Matematika. Dengan didampingi PMC, para siswa tersebut diperkenalkan tentang beberapa alat peraga. Seperti apa yang dijelaskan Bu Emi bahwa  fungsi dari alat peraga adalah membantu pemahaman siswa tentang materi-materi geometri. Sebagai contoh yaitu mencari volume kubus yang dapat dihitung langsung dengan mengisi satuan volume kubus – kubus kecil ke dalam kerangka bidang kubus sehingga mereka bisa menemukan sendiri rumus dari volume kubus tersebut.

 

WORKSHOP PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) MATEMATIKA

16 Februari 2011

Saat ini program Pendidikan Profesi Guru (PPG) menjadi  topik yang masih hangat dibicarakan oleh masyarakat terutama yang berkecimpung  di dunia kependidikan.  Pengertian program PPG itu sendiri adalah program pendidikan untuk mempersiapkan lulusan S-1 kependidikan dan S-1/ D-IV non-kependidikan agar menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar nasional pendidikan (Permendiknas No. 8 Tahun 2009 tentang PPG). Salah satu persiapan dalam pelaksanaan program ini adalah diadakannya workshop bagi para guru calon pendamping mahasiswa PPG ketika PPL nantinya.

Workshop tersebut dilaksanakan di gedung D-10 R.289 mulai pukul 09.00 dan dihadiri oleh para guru calon pendamping mahasiswa PPG serta para dosen jurusan matematika UNNES. Pada saat istirahat para guru peserta workshop mengunjungi ruang D 178 (show room). Pada kunjungan tersebut Project Math Club (PMC) menunjukkan  alat-alat peraga yang dimiliki oleh jurusan matematika. Selain alat peraga, juga ditampilkan hasil-hasil karya mahasiswa matematika pada mata kuliah Workshop berupa CD pembelajaran, kumpulan poster, dan alat-alat peraga matematika lainnya serta buku ajar karya dosen-dosen jurusan matematika yang akan digunakan sebagai panduan dalam pelaksanaan program PPG.

Kunjungan  yang dominasi oleh guru SMP dan SMA dari daerah Semarang  ini merupakan acara terakhir dari agenda workshop program PPG. PMC berharap program PPG dapat memotivasi mahasiswa untuk menciptakan inovasi-inovasi baru dalam pembuatan dan penggunaan alat peraga sehingga dapat meningkatkan pemahaman peserta didik dalam menerima materi pembelajaran.

PMC at Semarang Education Expo Java Mall

Mulai dari tanggal 15-20 Februari 2011, diselenggarakan Semarang Education Expo di Java Mall, Semarang. Kegiatan itu diikuti oleh beberapa universitas seperti IAIN Semarang, Universitas Wahid Hasyim, Akbid Abdi Husada, dll. Selain itu, terdapat beberapa lembaga pendidikan yang turut berpatrisipasi dalam kegiatan tersebut, seperti IT-Smart, Mathemagics, Primagama English, dll.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempromosikan universitas maupun lembaga pendidikan agar lebih dikenal oleh para pelajar, mahasiswa atau masyarakat pada umumnya. Selain itu dalam kegiatan tersebut terdapat berbagai pertunjukan, di antaranya tarian tradisional oleh sekelompok anak, penampilan seorang anak kecil yang menggunakan bahasa mandarin, dan lain sebagainya.

Dalam hal ini, kampus kita Unnes juga tidak kalah turut serta dalam penyelenggaraan kegiatan Semarang Education Expo tersebut.

Dalam stan Unnes yang dijaga oleh beberapa Papika (putra-putri kamus) Unnes dan Duta Kerja Sama Unnes, terdapat berbagai macam serba-serbi tentang Unnes. Segala informasi tentang Unnes, mulai dari profil, jenjang pendidikan yang ada di Unnes, jalur masuk, dll, dapat diketahui di sana. Selain itu terdapat produk-produk buatan mahasiswa Unnes, seperti garam yodium buatan mahasiswa jurusan IKM (Ilmu Kesehatan Masyarakat), garam aroma therapy yang digunakan untuk SPA, alat-alat olah raga yang dibuat oleh mahasiswa jurusan olah raga, dll.

PMC (Project Math Club) juga turut ambil andil dalam stan Unnes dalam demo expo tersebut. Anggota PMC juga ditugaskan untuk menjaga stan Unnes secara bergantian. Dengan dibimbing oleh pembina kami, Pak Hery, PMC menampilkan produk-produk PMC dari laboratorium Matematika Unnes. PMC membawa beberapa alat peraga, di antaranya jembatan Agnesi, yaitu jembatan yang dibuat dengan menggunakan sebuah titik ujung dari lingkaran yang diputar, dan terbentuklah jembatan tersebut. Jembatan Agnesi merupakan model konstruksi jembatan yang terkuat yang digunakan sampai saat ini. Selain itu juga terdapat model balok yang digunakan untuk membuktikan bahwa volume limas = 1/3 volume balok (dengan alas dan tinggi yang sama). Di samping itu PMC membawa tali prasejarah, pita mobius, dan beberapa alat peraga lainnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat menarik para pengunjung terhadap universitas kita tercinta, juga dapat mempromosikan Unnes agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Serba-serbi “ Final of Mathematics Competition in UNNES “

Mentari pagi di hari itu ( 10/10 ) tidak malu-malu untuk menampakkan dirinya, hingga hangatnya pagi pun terasa sampai ke seluruh finalis Mathematics Competition for Elementary School ( MCES ), Mathematics Competition for Junior High School ( MCJHS ), Mathematics Competition for Senior High School ( MCSHS ) dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan sekitarnya yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Matematika ( Himatika ) FMIPA Universitas Negeri Semarang. Olimpiade ini merupakan salah satu rangkain event dalam Forum Ilmiah Matematika ( FIM ) 2010, dimana di tahun 2010 peserta olimpiade mencapai 1000 peserta. Dan setelah melalui seleksi yang ketat yang dipusatkan di tujuh wilayah, akhirnya sampailah di babak 50 besar s.d final yang bertempat di Gd. D2 kampus FMIPA UNNES hari minggu, 10 Oktober 2010.

Seperti mentari yang tidak malu-malu untuk memancarkan sinarnya, para peserta pun tidak kalah beraninya untuk berkompetensi di hari itu. Walaupun terlihat sedikit perasaan tegang tetapi semangat mereka tinggi dengan didampingi Bapak Ibu Guru pendamping dan sebagian keluarga peserta, mereka siap untuk menjadi juara. Kami dari PMC ( Project Math Club ) UNNES juga tidak kalah semangat untuk ikut andil dalam event tersebut. Dengan menghadirkan berbagai alat peraga matematika yang menarik perhatian para pengunjung baik dari peserta olimpiade maupun para Bapak Ibu pendamping yang ingin mencoba langsung berbagai macam permainan. Mulai dari permainan yang mengasah otak , menuntut kita untuk jeli dalam berfikir, sampai kekreatifan kita dalam menyelesaikan dan menemukan solusi. Tapi pada dasarnya bermacam-macam permainan tersebut dibuat salah satunya adalah mengubah anggapan kalau matematika itu sulit dan membosankan. Ternyata dengan dasar matematika bisa dibuat berbagai macam permainan yang menarik dan menyenangkan. Menyenangkan karena membuat kita jadi penasaran “Bagaimana bisa seperti ini?“. Seperti itulah yang menjadi pertanyaan oleh beberapa pengunjung. Nah salah satunya dengan ilmu matematika kita dapat menerangkan dan menjelaskannya dengan pasti. Contohnya pada kartu ajaib yang menerapkan konsep pada bilangan biner. Sehingga dianggap bisa menebak tanggal lahir seseorang. Ada juga bongkar pasang kayu, brain games yang banyak peminatnya dengan konsep kekongruenan benda. Menara Hanoi, yang menunjukkan rumus 2n-1 walaupun dengan urutan langkah yang berbeda untuk memindahkan menara dari satu tempat ke tempat lain tetap jumlah langkahnya sama. Selain itu ada beberapa alat peraga yang dibuat untuk memudahkan pemahaman konsep dalam matematika. Seperti kereta bilangan untuk menghitung FPB dan KPK, susunan limas setengah bola untuk menghitung pendekatan volume bola, dan masih banyak lagi lainnya. Antusiasme pengunjung sudah terlihat sejak pagi, kebanyakan bapak ibu guru dan keluarga peserta yang sembari menunggu jagoan-jagoan mereka menakhlukkan soal-soal olimpiade. Dalam olimpiade tersebut terbagi menjadi babak 50 besar, babak semifinal, dan babak final yang terdiri dari kuis dan kontes. Hingga pelaksanaanmya dimulai sejak pukul 08.00 wib sampai dengan pukul 14.00. Ketika waktu istirahat tiba, stan PMC menjadi tambah ramai oleh para peserta yang sejenak ingin melepas kepenatan selama di ruang kelas. Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang muncul yang menanyakan “ alat ini untuk apa kak?”, “ kenapa ini hasilnya begini kak ?” dan lain-lain. Tapi itu semua malah membuat kami menjadi tambah semangat untuk menanggapi berbagai macam pertanyaan dari adek-adek yang cerdas ini. Hingga mereka kembali masuk ke kelas untuk mengikuti babak selanjutnya.

PMC dalam UNNES EXPO 2010

Dalam rangka Dies Natalis Unnes ke-45 (Lustrum IX), UNNES mengadakan Unnes Expo 2010 di auditorium Unnes Kampus Sekaran. Acara yang berlangsung pada tanggal 6 dan 7 April 2010 ini berjalan dengan lancar.
Unnes Expo 2010 menampilkan karya unggulan dari program studi, jurusan, fakultas, Program Pascasarjana, lembaga, dan lembaga kemahasiswaan, pameran kebudayaan seperti tari topeng hitam, tari gado-gado semarang, dan sebagainya. Selain itu, Unnes Expo 2010 ini tidak hanya diikuti civitas akademika Unnes tetapi juga instansi, lembaga, perguruan tinggi negeri (PTN), perguruan tinggi swasta (PTS), dan sekolah-sekolah di wilayah Semarang dan sekitarnya.
Jurusan Matematika, khususnya PMC menampilkan karya-karya mahasiswa dalam bentuk alat peraga pembelajaran, permainan, CD pembelajaran dan lain-lain. Alat peraga yang banyak diminati pengunjung adalah alat peraga permainan, contohnya adalah kartu ajaib, puzzle, dan sudoku. Alat peraga pembelajaran yang ditampilkan diantaranya adalah alat peraga diagonal bangun datar, KPK dan FPB, volume tabung, penjumlahan dan pengurangan bilangan menggunakan batang lidi, dan lain-lain.
Jurusan Matematika juga menampilkan Batik Juliet karya dari mahasiswa Matematika, yaitu produk batik yang dirancang dengan motif juliet yang dibuat menggunakan program Maple.
Unnes Expo ini mendapat sambutan yang baik dari berbagai pihak. Pengunjungnya tidak hanya dari kalangan mahasiswa Unnes saja. Namun, ada juga guru, pelajar SMA, mahasiswa dari universitas lain mengunjungi dan sangat merespon dengan acara ini. Antusias para pengunjung ini, diharapkan mampu membawa nama baik Unnes di mata masyarakat. Unnes Expo ini berguna untuk menambah khasanah wawasan dan ilmu pengetahuan pengunjung, serta mampu memberikan informasi mengenai Unnes.