Project Math Club (PMC) lolos 2 Proposal pada PMW UNNES 2012

10 April 2012

Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), sebagai bagian dari strategi pendidikan di Perguruan Tinggi, dimaksudkan untuk memfasilitasi para mahasiswa yang mempunyai minat dan bakat kewirausahaan untuk memulai berwirausaha dengan basis IPTEKS yang sedang dipelajarinya. Fasilitas yang diberikan meliputi pendidikan dan pelatihan kewirausahaan, magang, penyusunan rencana bisnis, dukungan pinjaman pemodalan dan pendampingan usaha. Program ini diharapkan mampu mendukung visi-misi pemerintah dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan UKM.
Pada tahun 2012 ini, Universitas Negeri Semarang kembali membuka pendaftaran Program Mahasiswa Wirausaha dengan pendanaan sampai dengan Rp. 8.000.000,- untuk setiap Business Plan yang disetujui (merupakan pinjaman bergulir). Project Math Club (PMC) dalam hal ini mengajukan 2 proposal dengan judul Math Shop dan Math Course (Smart Fun Learning), di mana kedua proposal tersebut lolos hingga seleksi tahap akhir.
Math Shop yang diketuai oleh Lutfi Ariani, didanai sebesar Rp 3.500.000,00. Math Shop adalah sebuah toko yang menjual barang dengan konsep matematika. Setisp barang yang dijual mengandung unsur matematika berupa tulisan dan gambar. Barang-barang yang di jual berupa aksesoris matematika, kaos bergambar atau brtuliskan dengan tema matematika, alat peraga matematika dan alat-alat tulis.
Sedangkan Math Course (Smart Fun Learning) yang diketuai oleh Nunk Khasanah, didanai sebesar Rp 2.000.000,00. Math Course (Smart Fun Learning) adalah sebuah bimbingan belajar yang menawarkan konsep SMART, FUN, and LEARN. Maksudnya adalah, bimbingan belajar Math Course ini tidak hanya membantu untuk para siswa bertambah kecerdasannya, namun dapat mengemas semuanya dengan menyenangkan tanpa keluar dari tujuan utama yaitu membantu mencari solusi dari kesulitan yang dihadapi para siswa.
Semoga dengan diterimanya kedua proposal tersebut dapat mendukung organisasi Project Math Club (PMC) agar mampu mengembangkan kegiatan wirausahanya.


SUSUNAN PENGURUS PMC 2012

10 April 2012

S U S U N A N  P E N G U R U S  B A R U  P M C  2 0 1 2

Dalam rangka pengembangan alat peraga/media pembelajaran matematika, maka Ketua Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang memberikan tugas kepada Dosen dan Mahasiswa berikut ini untuk menjadi pengurus wadah kegiatan ekstra kurikuler mahasiswa dengan nama Project Math Club (PMC) periode tahun 2012.

Pelindung                         Ketua Jurusan Matematika
Penanggung Jawab    Kepala Laboratorium Matematika
Pendamping                   Drs. Sugiarto, M.Pd
Hery Sutarto, S.Pd, M.Pd
Adi Nur Cahyono, S.Pd, M.Pd
Ketua                                   Nikmatul Maula    4101409067
Wakil Ketua                    Nur Khasanah     4101410093
Sekretaris                         Nur Fitri Amalia    4101410016
Putri Rizki Amalia    4101411120
Bendahara                       Lutfi Ariani    4101410009
Ari Isnaeni    4101411189

Bidang I (Produksi)                 Kurnia Mukharomah    4101410073
Khoirunnisa’    4101411078
Ajeng Dian P.    4101411136
Siti Nurhayati    4101409039
Krida Singgih Kuncoro    4101409121
Bidang II (Laboratorium) Na’immatul Jannah    4101410112
Ice Afriyanti    4101411094
Ikvina Dhyah R.    4101411093
Soviana Nur Savitri    4101409029
Gunawan S.    4101409120
Bidang III (Pengabdian)    Novita Asmarani    4101410086
Yekti Nur A.    4101411048
Tety Dwi Setyaningsih    4101409082
M. Faisal Abduh    4101409119
Demikian tugas diberikan untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya.


16 Mei 2011

Bedah Journal of Instructional Pedagogies

Pada hari Rabu(11/5) PMC telah mengadakan  kegiatan rutin dengan agenda mengkaji jurnal internasional yang berkaitan dengan matematika. Kegiatan ini diadakan dengan tujuan mengembangkan kemampuan mahasiswa matematika pada khususnya dalam memahami jurnal internasional sebagai salah satu sumber penting yang dapat digunakan pada saat menulis skripsi kelak. Sebagai kegiatan perdana, kegiatan bedah jurnal ini disajikan oleh Tety Dwi Setyaningsih ( P. Mat 2009) sedangkan jurnal yang disajikan diambil dari Journal of Instructional Pedagogies dan  berjudul  “Using Manipulatives to Teach Elementary Mathematics”  ( ditulis oleh Mathhew Boggan, Sallie Harper, Anna Whitmire).

Di dalam jurnal tersebut, disampaikan bagaimana sejarah perkembangan alat peraga dari papan hitung, abakus, hingga permainan matematika yang sering dijumpai saat ini kemudian dilanjutkan tentang  pengertian dari “manipulatif”, penggunaan alat peraga yang dapat membantu pengajaran matematika dasar, serta penelitian-penelitian tentang pengaruh dan manfaat  alat peraga dalam pengajaran matematika.

Dari semua kajian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga tidaklah selalu “baik” untuk diterapkan dalam pengajaran matematika. Agar mendapatkan hasil yang optimal, penggunaan alat peraga dalam pengajaran matematika harus memperhatikan tiga hal yaitu alat peraga yang digunakan ,waktu yang tersedia, dan juga subjek yang dihadapi. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk para pendidik dalam memahami penggunaan alat peraga yang tepat bagi para siswa agar alat peraga dapat membantu pengajaran, bukannya menjadi suatu hambatan dalam mengajar.


Kunjungan MSC (II)

23 April 2011

Pada  Rabu(20/4) para pengurus dan anggota  MSC mengadakan kunjungan ke laboratorium matematika sebagai agenda tiap tahunnya. Pada kunjungan tersebut PMC berbagi ilmu tentang pola bilangan melalui dua permainan yaitu King of 22 dan Menara Hanoi.

King of 22 merupakan permainan yang menerapkan  konsep deret aritmatika. Permainan ini menggunakan media kartu bridge dan dapat dimainkan oleh dua pemain. Pertama-tama pilih terlebih dahulu kartu-kartu yang akan digunakan yaitu kartu As, 2, 3, dan 4 untuk tiap jenis kartu sehingga diperoleh 16 kartu. Kartu-kartu tersebut dibagikan sama banyak ke setiap pemain secara acak. Kemudian tiap pemain bebas mengeluarkan satu kartu secara bergiliran sesuai urutan. Seorang pemain dikatakan menang jika ia mengeuarkan sebuah kartu sehingga jumlah bilangan yang ditunjukkan kartu mencapai 22. Sebenarnya King of 22 ini dapat dikembangkan sendiri apabila sudah mengetahui pola bilangan yang terjadi.

Menara Hanoi merupakan permainan matematis atau teka-teki. Teka-teki ini terdiri dari tiga tiang dan sejumlah cakram dengan ukuran yang berbeda yang bisa dimasukkan ke tiang mana saja. Permainan dimulai dengan cakram-cakram yang tertumpuk rapi berurutan berdasarkan ukurannya dalam salah satu tiang, cakram terkecil diletakkan teratas, sehingga membentuk kerucut. Tujuan dari permainan matematis ini adalah memindahkan seluruh cakram dari satu tiang ke tiang yang lain dengan beberapa aturan, yaitu

  • Hanya satu cakram yang boleh dipindahkan dalam setiap kali perpindahan
  • Setiap perpindahan berupa pengambilan cakram teratas dari satu tiang dan memasukkannya ke tiang lain
  • Tidak boleh meletakkan cakram di atas cakram lain yang lebih kecil

Dalam permainan Menara Hanoi kita dituntut untuk mencari banyak perpindahan terkecil yang bisa dilakukan untuk memindahkan seluruh cakram dari tiang satu ke tiang lainnya sesuai aturan tadi. Pola bilangan yang terjadi dari banyak perpindahan tersebut merupakan suatu contoh barisan bilangan geometri.


Kunjungan SD Sekaran 01 ke Laboratorium Matematika FMIPA UNNES

3 Maret 2011

Pada hari Jum’at tepatnya pada tanggal 25 Februari 2011 Laboratorium matematika mendapat kunjungan dari SD Sekaran 01 yang terdiri dari siswa-siswa kelas VA dan VB. Kegiatan diawali dengan sambutan selamat datang dari Ibu Emi Puji Astuti selaku Ketua Laboratorium Matematika FMIPA UNNES kepada rombongan kunjungan pertama dari kelas VA yang berjumlah sekitar 50 siswa. Kunjungan dibagi menjadi 2 rombel yaitu rombel 1 kelas VA dan rombel 2 kelas VB.

Ibu Emi mulai menjelaskan tentang pengenalan kepada beberapa macam bangun datar dan bangun ruang. Penanaman konsep matematika memang harus dimulai sejak dini supaya ketika dewasa nanti kita tidak salah kaprah pemahaman tentang konsep dasar  matematika. Begitulah inti dari penjelasan beliau. Sebagai contoh ketika Ibu Emi memegang model segitiga dan model bidang segitiga. Awalnya para siswa menjawab bahwa kedua model itu sama-sama segitiga, padahal tidak. Yang satu tidak memiliki bidang dan yang satunya memiliki bidang. Beliau juga menunjukkan bahwa anak-anak SD dalam memahami matematika harus dibantu dengan benda kongkret yaitu alat peraga karena matematika itu ilmu abstrak sehingga para siswa tidak berangan-angan saja dalam membayangkan benda-benda geometri. Dan juga dalam membantu penghafalan-misal nama-nama bangun ruang-dapat dilakukan dengan melagukan nama-nama bangun ruang tersebut supaya anak-anak bisa merasakan bahwa matematika itu menyenangkan.

Setelah pengenalan dari Bu Emi, acara kunjungan dilanjutkan dengan pengenalan alat-alat peraga yang berada di Laboratorium Matematika. Dengan didampingi PMC, para siswa tersebut diperkenalkan tentang beberapa alat peraga. Seperti apa yang dijelaskan Bu Emi bahwa  fungsi dari alat peraga adalah membantu pemahaman siswa tentang materi-materi geometri. Sebagai contoh yaitu mencari volume kubus yang dapat dihitung langsung dengan mengisi satuan volume kubus – kubus kecil ke dalam kerangka bidang kubus sehingga mereka bisa menemukan sendiri rumus dari volume kubus tersebut.

 


WORKSHOP PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) MATEMATIKA

17 Februari 2011

16 Februari 2011

Saat ini program Pendidikan Profesi Guru (PPG) menjadi  topik yang masih hangat dibicarakan oleh masyarakat terutama yang berkecimpung  di dunia kependidikan.  Pengertian program PPG itu sendiri adalah program pendidikan untuk mempersiapkan lulusan S-1 kependidikan dan S-1/ D-IV non-kependidikan agar menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar nasional pendidikan (Permendiknas No. 8 Tahun 2009 tentang PPG). Salah satu persiapan dalam pelaksanaan program ini adalah diadakannya workshop bagi para guru calon pendamping mahasiswa PPG ketika PPL nantinya.

Workshop tersebut dilaksanakan di gedung D-10 R.289 mulai pukul 09.00 dan dihadiri oleh para guru calon pendamping mahasiswa PPG serta para dosen jurusan matematika UNNES. Pada saat istirahat para guru peserta workshop mengunjungi ruang D 178 (show room). Pada kunjungan tersebut Project Math Club (PMC) menunjukkan  alat-alat peraga yang dimiliki oleh jurusan matematika. Selain alat peraga, juga ditampilkan hasil-hasil karya mahasiswa matematika pada mata kuliah Workshop berupa CD pembelajaran, kumpulan poster, dan alat-alat peraga matematika lainnya serta buku ajar karya dosen-dosen jurusan matematika yang akan digunakan sebagai panduan dalam pelaksanaan program PPG.

Kunjungan  yang dominasi oleh guru SMP dan SMA dari daerah Semarang  ini merupakan acara terakhir dari agenda workshop program PPG. PMC berharap program PPG dapat memotivasi mahasiswa untuk menciptakan inovasi-inovasi baru dalam pembuatan dan penggunaan alat peraga sehingga dapat meningkatkan pemahaman peserta didik dalam menerima materi pembelajaran.


PMC at Semarang Education Expo Java Mall

17 Februari 2011

Mulai dari tanggal 15-20 Februari 2011, diselenggarakan Semarang Education Expo di Java Mall, Semarang. Kegiatan itu diikuti oleh beberapa universitas seperti IAIN Semarang, Universitas Wahid Hasyim, Akbid Abdi Husada, dll. Selain itu, terdapat beberapa lembaga pendidikan yang turut berpatrisipasi dalam kegiatan tersebut, seperti IT-Smart, Mathemagics, Primagama English, dll.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempromosikan universitas maupun lembaga pendidikan agar lebih dikenal oleh para pelajar, mahasiswa atau masyarakat pada umumnya. Selain itu dalam kegiatan tersebut terdapat berbagai pertunjukan, di antaranya tarian tradisional oleh sekelompok anak, penampilan seorang anak kecil yang menggunakan bahasa mandarin, dan lain sebagainya.

Dalam hal ini, kampus kita Unnes juga tidak kalah turut serta dalam penyelenggaraan kegiatan Semarang Education Expo tersebut.

Dalam stan Unnes yang dijaga oleh beberapa Papika (putra-putri kamus) Unnes dan Duta Kerja Sama Unnes, terdapat berbagai macam serba-serbi tentang Unnes. Segala informasi tentang Unnes, mulai dari profil, jenjang pendidikan yang ada di Unnes, jalur masuk, dll, dapat diketahui di sana. Selain itu terdapat produk-produk buatan mahasiswa Unnes, seperti garam yodium buatan mahasiswa jurusan IKM (Ilmu Kesehatan Masyarakat), garam aroma therapy yang digunakan untuk SPA, alat-alat olah raga yang dibuat oleh mahasiswa jurusan olah raga, dll.

PMC (Project Math Club) juga turut ambil andil dalam stan Unnes dalam demo expo tersebut. Anggota PMC juga ditugaskan untuk menjaga stan Unnes secara bergantian. Dengan dibimbing oleh pembina kami, Pak Hery, PMC menampilkan produk-produk PMC dari laboratorium Matematika Unnes. PMC membawa beberapa alat peraga, di antaranya jembatan Agnesi, yaitu jembatan yang dibuat dengan menggunakan sebuah titik ujung dari lingkaran yang diputar, dan terbentuklah jembatan tersebut. Jembatan Agnesi merupakan model konstruksi jembatan yang terkuat yang digunakan sampai saat ini. Selain itu juga terdapat model balok yang digunakan untuk membuktikan bahwa volume limas = 1/3 volume balok (dengan alas dan tinggi yang sama). Di samping itu PMC membawa tali prasejarah, pita mobius, dan beberapa alat peraga lainnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat menarik para pengunjung terhadap universitas kita tercinta, juga dapat mempromosikan Unnes agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.