Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), sebagai bagian dari strategi pendidikan di Perguruan Tinggi, dimaksudkan untuk memfasilitasi para mahasiswa yang mempunyai minat dan bakat kewirausahaan untuk memulai berwirausaha dengan basis IPTEKS yang sedang dipelajarinya. Fasilitas yang diberikan meliputi pendidikan dan pelatihan kewirausahaan, magang, penyusunan rencana bisnis, dukungan pinjaman pemodalan dan pendampingan usaha. Program ini diharapkan mampu mendukung visi-misi pemerintah dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan UKM.
Pada tahun 2012 ini, Universitas Negeri Semarang kembali membuka pendaftaran Program Mahasiswa Wirausaha dengan pendanaan sampai dengan Rp. 8.000.000,- untuk setiap Business Plan yang disetujui (merupakan pinjaman bergulir). Project Math Club (PMC) dalam hal ini mengajukan 2 proposal dengan judul Math Shop dan Math Course (Smart Fun Learning), di mana kedua proposal tersebut lolos hingga seleksi tahap akhir.
Math Shop yang diketuai oleh Lutfi Ariani, didanai sebesar Rp 3.500.000,00. Math Shop adalah sebuah toko yang menjual barang dengan konsep matematika. Setisp barang yang dijual mengandung unsur matematika berupa tulisan dan gambar. Barang-barang yang di jual berupa aksesoris matematika, kaos bergambar atau brtuliskan dengan tema matematika, alat peraga matematika dan alat-alat tulis.
Sedangkan Math Course (Smart Fun Learning) yang diketuai oleh Nunk Khasanah, didanai sebesar Rp 2.000.000,00. Math Course (Smart Fun Learning) adalah sebuah bimbingan belajar yang menawarkan konsep SMART, FUN, and LEARN. Maksudnya adalah, bimbingan belajar Math Course ini tidak hanya membantu untuk para siswa bertambah kecerdasannya, namun dapat mengemas semuanya dengan menyenangkan tanpa keluar dari tujuan utama yaitu membantu mencari solusi dari kesulitan yang dihadapi para siswa.
Semoga dengan diterimanya kedua proposal tersebut dapat mendukung organisasi Project Math Club (PMC) agar mampu mengembangkan kegiatan wirausahanya.
S U S U N A N P E N G U R U S B A R U P M C 2 0 1 2
Dalam rangka pengembangan alat peraga/media pembelajaran matematika, maka Ketua Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang memberikan tugas kepada Dosen dan Mahasiswa berikut ini untuk menjadi pengurus wadah kegiatan ekstra kurikuler mahasiswa dengan nama Project Math Club (PMC) periode tahun 2012.
Pelindung Ketua Jurusan Matematika
Penanggung Jawab Kepala Laboratorium Matematika
Pendamping Drs. Sugiarto, M.Pd
Hery Sutarto, S.Pd, M.Pd
Adi Nur Cahyono, S.Pd, M.Pd
Ketua Nikmatul Maula 4101409067
Wakil Ketua Nur Khasanah 4101410093
Sekretaris Nur Fitri Amalia 4101410016
Putri Rizki Amalia 4101411120
Bendahara Lutfi Ariani 4101410009
Ari Isnaeni 4101411189
Bidang I (Produksi) Kurnia Mukharomah 4101410073
Khoirunnisa’ 4101411078
Ajeng Dian P. 4101411136
Siti Nurhayati 4101409039
Krida Singgih Kuncoro 4101409121
Bidang II (Laboratorium) Na’immatul Jannah 4101410112
Ice Afriyanti 4101411094
Ikvina Dhyah R. 4101411093
Soviana Nur Savitri 4101409029
Gunawan S. 4101409120
Bidang III (Pengabdian) Novita Asmarani 4101410086
Yekti Nur A. 4101411048
Tety Dwi Setyaningsih 4101409082
M. Faisal Abduh 4101409119
Demikian tugas diberikan untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Bedah Journal of Instructional Pedagogies
Pada hari Rabu(11/5) PMC telah mengadakan kegiatan rutin dengan agenda mengkaji jurnal internasional yang berkaitan dengan matematika. Kegiatan ini diadakan dengan tujuan mengembangkan kemampuan mahasiswa matematika pada khususnya dalam memahami jurnal internasional sebagai salah satu sumber penting yang dapat digunakan pada saat menulis skripsi kelak. Sebagai kegiatan perdana, kegiatan bedah jurnal ini disajikan oleh Tety Dwi Setyaningsih ( P. Mat 2009) sedangkan jurnal yang disajikan diambil dari Journal of Instructional Pedagogies dan berjudul “Using Manipulatives to Teach Elementary Mathematics” ( ditulis oleh Mathhew Boggan, Sallie Harper, Anna Whitmire).
Di dalam jurnal tersebut, disampaikan bagaimana sejarah perkembangan alat peraga dari papan hitung, abakus, hingga permainan matematika yang sering dijumpai saat ini kemudian dilanjutkan tentang pengertian dari “manipulatif”, penggunaan alat peraga yang dapat membantu pengajaran matematika dasar, serta penelitian-penelitian tentang pengaruh dan manfaat alat peraga dalam pengajaran matematika.
Dari semua kajian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga tidaklah selalu “baik” untuk diterapkan dalam pengajaran matematika. Agar mendapatkan hasil yang optimal, penggunaan alat peraga dalam pengajaran matematika harus memperhatikan tiga hal yaitu alat peraga yang digunakan ,waktu yang tersedia, dan juga subjek yang dihadapi. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk para pendidik dalam memahami penggunaan alat peraga yang tepat bagi para siswa agar alat peraga dapat membantu pengajaran, bukannya menjadi suatu hambatan dalam mengajar.
Pada Rabu(20/4) para pengurus dan anggota MSC mengadakan kunjungan ke laboratorium matematika sebagai agenda tiap tahunnya. Pada kunjungan tersebut PMC berbagi ilmu tentang pola bilangan melalui dua permainan yaitu King of 22 dan Menara Hanoi.
King of 22 merupakan permainan yang menerapkan konsep deret aritmatika. Permainan ini menggunakan media kartu bridge dan dapat dimainkan oleh dua pemain. Pertama-tama pilih terlebih dahulu kartu-kartu yang akan digunakan yaitu kartu As, 2, 3, dan 4 untuk tiap jenis kartu sehingga diperoleh 16 kartu. Kartu-kartu tersebut dibagikan sama banyak ke setiap pemain secara acak. Kemudian tiap pemain bebas mengeluarkan satu kartu secara bergiliran sesuai urutan. Seorang pemain dikatakan menang jika ia mengeuarkan sebuah kartu sehingga jumlah bilangan yang ditunjukkan kartu mencapai 22. Sebenarnya King of 22 ini dapat dikembangkan sendiri apabila sudah mengetahui pola bilangan yang terjadi.
Menara Hanoi merupakan permainan matematis atau teka-teki. Teka-teki ini terdiri dari tiga tiang dan sejumlah cakram dengan ukuran yang berbeda yang bisa dimasukkan ke tiang mana saja. Permainan dimulai dengan cakram-cakram yang tertumpuk rapi berurutan berdasarkan ukurannya dalam salah satu tiang, cakram terkecil diletakkan teratas, sehingga membentuk kerucut. Tujuan dari permainan matematis ini adalah memindahkan seluruh cakram dari satu tiang ke tiang yang lain dengan beberapa aturan, yaitu
- Hanya satu cakram yang boleh dipindahkan dalam setiap kali perpindahan
- Setiap perpindahan berupa pengambilan cakram teratas dari satu tiang dan memasukkannya ke tiang lain
- Tidak boleh meletakkan cakram di atas cakram lain yang lebih kecil
Dalam permainan Menara Hanoi kita dituntut untuk mencari banyak perpindahan terkecil yang bisa dilakukan untuk memindahkan seluruh cakram dari tiang satu ke tiang lainnya sesuai aturan tadi. Pola bilangan yang terjadi dari banyak perpindahan tersebut merupakan suatu contoh barisan bilangan geometri.
Pada hari Jum’at tepatnya pada tanggal 25 Februari 2011 Laboratorium matematika mendapat kunjungan dari SD Sekaran 01 yang terdiri dari siswa-siswa kelas VA dan VB. Kegiatan diawali dengan sambutan selamat datang dari Ibu Emi Puji Astuti selaku Ketua Laboratorium Matematika FMIPA UNNES kepada rombongan kunjungan pertama dari kelas VA yang berjumlah sekitar 50 siswa. Kunjungan dibagi menjadi 2 rombel yaitu rombel 1 kelas VA dan rombel 2 kelas VB.
Ibu Emi mulai menjelaskan tentang pengenalan kepada beberapa macam bangun datar dan bangun ruang. Penanaman konsep matematika memang harus dimulai sejak dini supaya ketika dewasa nanti kita tidak salah kaprah pemahaman tentang konsep dasar matematika. Begitulah inti dari penjelasan beliau. Sebagai contoh ketika Ibu Emi memegang model segitiga dan model bidang segitiga. Awalnya para siswa menjawab bahwa kedua model itu sama-sama segitiga, padahal tidak. Yang satu tidak memiliki bidang dan yang satunya memiliki bidang. Beliau juga menunjukkan bahwa anak-anak SD dalam memahami matematika harus dibantu dengan benda kongkret yaitu alat peraga karena matematika itu ilmu abstrak sehingga para siswa tidak berangan-angan saja dalam membayangkan benda-benda geometri. Dan juga dalam membantu penghafalan-misal nama-nama bangun ruang-dapat dilakukan dengan melagukan nama-nama bangun ruang tersebut supaya anak-anak bisa merasakan bahwa matematika itu menyenangkan.
Setelah pengenalan dari Bu Emi, acara kunjungan dilanjutkan dengan pengenalan alat-alat peraga yang berada di Laboratorium Matematika. Dengan didampingi PMC, para siswa tersebut diperkenalkan tentang beberapa alat peraga. Seperti apa yang dijelaskan Bu Emi bahwa fungsi dari alat peraga adalah membantu pemahaman siswa tentang materi-materi geometri. Sebagai contoh yaitu mencari volume kubus yang dapat dihitung langsung dengan mengisi satuan volume kubus – kubus kecil ke dalam kerangka bidang kubus sehingga mereka bisa menemukan sendiri rumus dari volume kubus tersebut.
16 Februari 2011
Saat ini program Pendidikan Profesi Guru (PPG) menjadi topik yang masih hangat dibicarakan oleh masyarakat terutama yang berkecimpung di dunia kependidikan. Pengertian program PPG itu sendiri adalah program pendidikan untuk mempersiapkan lulusan S-1 kependidikan dan S-1/ D-IV non-kependidikan agar menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar nasional pendidikan (Permendiknas No. 8 Tahun 2009 tentang PPG). Salah satu persiapan dalam pelaksanaan program ini adalah diadakannya workshop bagi para guru calon pendamping mahasiswa PPG ketika PPL nantinya.
Workshop tersebut dilaksanakan di gedung D-10 R.289 mulai pukul 09.00 dan dihadiri oleh para guru calon pendamping mahasiswa PPG serta para dosen jurusan matematika UNNES. Pada saat istirahat para guru peserta workshop mengunjungi ruang D 178 (show room). Pada kunjungan tersebut Project Math Club (PMC) menunjukkan alat-alat peraga yang dimiliki oleh jurusan matematika. Selain alat peraga, juga ditampilkan hasil-hasil karya mahasiswa matematika pada mata kuliah Workshop berupa CD pembelajaran, kumpulan poster, dan alat-alat peraga matematika lainnya serta buku ajar karya dosen-dosen jurusan matematika yang akan digunakan sebagai panduan dalam pelaksanaan program PPG.
Kunjungan yang dominasi oleh guru SMP dan SMA dari daerah Semarang ini merupakan acara terakhir dari agenda workshop program PPG. PMC berharap program PPG dapat memotivasi mahasiswa untuk menciptakan inovasi-inovasi baru dalam pembuatan dan penggunaan alat peraga sehingga dapat meningkatkan pemahaman peserta didik dalam menerima materi pembelajaran.
Mulai dari tanggal 15-20 Februari 2011, diselenggarakan Semarang Education Expo di Java Mall, Semarang. Kegiatan itu diikuti oleh beberapa universitas seperti IAIN Semarang, Universitas Wahid Hasyim, Akbid Abdi Husada, dll. Selain itu, terdapat beberapa lembaga pendidikan yang turut berpatrisipasi dalam kegiatan tersebut, seperti IT-Smart, Mathemagics, Primagama English, dll.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempromosikan universitas maupun lembaga pendidikan agar lebih dikenal oleh para pelajar, mahasiswa atau masyarakat pada umumnya. Selain itu dalam kegiatan tersebut terdapat berbagai pertunjukan, di antaranya tarian tradisional oleh sekelompok anak, penampilan seorang anak kecil yang menggunakan bahasa mandarin, dan lain sebagainya.
Dalam hal ini, kampus kita Unnes juga tidak kalah turut serta dalam penyelenggaraan kegiatan Semarang Education Expo tersebut.
Dalam stan Unnes yang dijaga oleh beberapa Papika (putra-putri kamus) Unnes dan Duta Kerja Sama Unnes, terdapat berbagai macam serba-serbi tentang Unnes. Segala informasi tentang Unnes, mulai dari profil, jenjang pendidikan yang ada di Unnes, jalur masuk, dll, dapat diketahui di sana. Selain itu terdapat produk-produk buatan mahasiswa Unnes, seperti garam yodium buatan mahasiswa jurusan IKM (Ilmu Kesehatan Masyarakat), garam aroma therapy yang digunakan untuk SPA, alat-alat olah raga yang dibuat oleh mahasiswa jurusan olah raga, dll.
PMC (Project Math Club) juga turut ambil andil dalam stan Unnes dalam demo expo tersebut. Anggota PMC juga ditugaskan untuk menjaga stan Unnes secara bergantian. Dengan dibimbing oleh pembina kami, Pak Hery, PMC menampilkan produk-produk PMC dari laboratorium Matematika Unnes. PMC membawa beberapa alat peraga, di antaranya jembatan Agnesi, yaitu jembatan yang dibuat dengan menggunakan sebuah titik ujung dari lingkaran yang diputar, dan terbentuklah jembatan tersebut. Jembatan Agnesi merupakan model konstruksi jembatan yang terkuat yang digunakan sampai saat ini. Selain itu juga terdapat model balok yang digunakan untuk membuktikan bahwa volume limas = 1/3 volume balok (dengan alas dan tinggi yang sama). Di samping itu PMC membawa tali prasejarah, pita mobius, dan beberapa alat peraga lainnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat menarik para pengunjung terhadap universitas kita tercinta, juga dapat mempromosikan Unnes agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.
Dua agenda besar PMC yang telah direncanakan akan dilaksanakan di bulan Desember ini , salah satunya adalah Pelatihan Pembuatan dan Penggunaan Alat Peraga Matematika kepada Guru SD di Gugus Widyodiningrat Ds.Lebosari , Kec.Kangkung , Kab. Kendal. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama PMC (Project Math Club) Jurusan Matematika UNNES dan Para Mahasiswa KKN UNNES di Ds. Lebosari.
Alhamdulillah kunjungan PMC ke Kendal ini mendapat tanggapan positif dan sambutan yang baik khususnya dari Bapak Kepala UPTD kec. Kangkung yang disampaikan melalui pidato beliau saat membuka acara pada pagi hari itu ( Minggu, 4 Desember 2010 ). Diharapkan dengan kedatangan PMC, PMC dapat berbagi ilmu kepada seluruh peserta (Bapak Ibu Guru SD di Gugus Widyodiningrat ) sehingga dapat dipraktikkan sebagai inovasi pembelajaran di SD masing-masing.
Mula-mula dari seluruh peserta Bapak Ibu Guru yang hadir dibagi menjadi 8 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 2 peserta. Kemudian dari PMC menjelaskan tentang Cara Pambuatan dan Penggunaan dari Alat Peraga , antara lain : Alat Peraga Papan KPK dan FPB , Alat Peraga Luas Daerah Persegi Panjang, Alat Peraga Luas Daerah Segitiga dengan pendekatan Luas Daerah Persegi Panjang, Alat Peraga Luas Daerah Lingkaran dengan pendekatan Luas Daerah Persegi Panjang, Alat Peraga Volum Limas Segiempat, dan masih banyak lagi yang semuanya berjumlah sekitar 16 Alat Peraga.
Kegiatan berlangsung cukup menyenangkan. Antusiasme dari Bapak Ibu Guru terlihat ketika mempresentasikan hasil alat peraga dari masing-masing kelompoknya. Tapi sayang karena terbatasnya waktu yang hanya 4 jam itu tidak semua kelompok dapat mempresentasikan alat peraga. Tapi harapannya walaupun sedikit waktu yang terluang , tetapi ilmunya dapat bermanfaat selamanya. Amin. Sukses selalu buat PMC !!!
Kegiatan PMC dimaksudkan untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa dalam bidang alat peraga Matematika. Matematika memiliki banyak sekali alat peraga yang dapat digunakan untuk mempermudah pembelajaran.
Di dalam Laboratorium Matematika terdapat berbagai alat peraga dan permainan, diantaranya alat peraga luas bidang datar sampai bangun ruang, kerangka bangun ruang seperti kubus, balok, limas, dan lain-lain, dan terdapat berbagai permainan yang berhubungan dengan penggunaan konsep Matematika seperti kartu ajaib, puzzle, kentongan ajaib, dan lain-lain.
Untuk mengisi kegiatan PMC pada tanggal 3 November 2010, PMC mengambil tema “Pemanfaatan Lingkungan untuk Mempermudah Belajar Matematika”. Dalam kegiatan ini, Pak Hery Sutarto, selaku dosen pendamping kegiatan PMC memaparkan bahwa lingkungan dapat dimanfaatkan untuk mempermudah dalam pembelajaran Matematika. Pak Hery mengajarkan bagaimana memanfaatkan limbah atau barang bekas yang tidak berguna menjadi alat sederhana yang dapat dijadikan alat bantu untuk belajar Matematika.
Dalam kegiatan ini salah satu contoh yang dipaparkan Pak Hery adalah pemanfaatan tali bekas. Tali bekas tersebut dapat digunakan untuk belajar phytagoras. Selain itu ada juga pemanfaatan gelas plastik air mineral untuk menghitung volume, kertas bekas untuk belajar segitiga, dan lain-lain.
Yang terpenting dalam pembuatan alat peraga Matematika adalah mudah dan dapat menarik perhatian siswa sehingga siswa tertarik dan berminat belajar Matematika. Banyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh mengikuti kegiatan PMC. So, JOIN WITH US!
Kegiatan ekstra kurikuler PMC rutin diadakan setiap hari Rabu pukul 15.30 di Gedung D10 Laboratorium Matematika Universitas Negeri Semarang. Pada tanggal 20 Oktober 2010 salah satu underbow di jurusan Matematika Universitas Negeri Semarang, yaitu MSC (Mathematic Study Club) mengadakan kunjungan ke laboratorium Matematika.
Di laboratorium Matematika peserta MSC disambut hangat oleh peserta kegiatan PMC. Dalam kegiatan kunjungan MSC ini PMC membongkar rahasia pemakaian dan pembuatan Kartu Ajaib. Banyak sekali orang yang penasaran dengan pemakaian Kartu Ajaib ini, karena Kartu Ajaib milik PMC ini dapat digunakan untuk menebak tanggal lahir. Sehingga pada waktu ada kesempatan kunjungan MSC ini, PMC menjelaskan bagaimana pemakaian dan pembuatan Kartu Ajaib. Dalam pembuatan Kartu Ajaib ini menggunakan konsep bilangan biner yang hanya terdiri dari dua bilangan, yaitu 0 dan 1. Peserta MSC sangat antusias mengikuti acara ini.
MSC sering mengadakan kunjungan ke Laboratorium Matematika. Kunjungan sebelumya PMC menjelaskan mengenai salah satu alat peraga di Laboratorium Matematika, yaitu Kapak Tomahawk. Kapak Tomahawk adalah alat peraga Matematika yang digunakan untuk membagi sudut menjadi 3 bagian.
Kunjungan MSC ke laboratorium Matematika bertujuan untuk mengenalkan isi laboratorium Matematika kepada para peserta MSC. PMC berharap agar kunjungan MSC ini dapat bermanfaat bagi banyak pihak.